Jumat, 31 Mei 2013

Kelompok Gangster Berubah Menjadi Pesamuan Kolam Teratai 015



Membahas beberapa tradisi kepercayaan (bagian 2)


Apakah harus memilih hari baik dan waktu keberuntungan?


Banyak orang yang memilih hari baik dan waktu keberuntungan ; saat peresmian, pernikahan, apakah ketika anda hendak minum air dan masuk toilet juga harus memilih waktu baik terlebih dahulu? Kalau memang hebat, harusnya saat mati juga harus pilih hari baik dan waktu keberuntungan.


Orang baik tidak memiliki waktu sial, orang jahat tidak memiliki hari baik

Berbuat kebajikan---setiap hari adalah hari baik; melafal Amituofo---setiap detik adalah waktu sejahtera.


Ada pepatah yang mengatakan : “Orang baik tidak memilki waktu sial, orang jahat tidak memiliki hari baik”. Insan baik menggunakan hati yang bajik, malapetaka akan berubah menjadi sejahtera, karena itu orang baik tidak memiliki hari sial. Orang yang sering berpikiran jahat, memancarkan pikiran negatif, maka itu orang jahat tidak memilki hari baik. Asalkan memperlakukan orang lain dengan pikiran benar dan hati yang tulus, tak perlu memilih hari, setiap hari adalah hari baik, setiap detik adalah waktu keberuntungan. Jika berhati jahat, maka walaupun memilih hari dan menghamburkan banyak uang mengundang orang pandai melihat hari, maka tak mungkin terpilih hari baik. Karena waktu tidak memiliki ketetapan, tergantung dari cara manusia menggunakannya, bila menggunakan waktu dengan baik, bisa melatih diri, maka hari pun jadi baik, namun sebaliknya tidak menggunakan waktu dengan baik, berbuat jahat, tentunya diri sendiri telah menciptakan “waktu sial”.


Menyembah Buddha perlu memilih hari baik?


Banyak orang yang suka mengikuti kepercayaan tradisi sampai menyembah Buddha juga harus piih hari baik, tidak mengetahui bahwa sebersit niat pikiran ingin menyembah Buddha adalah paling baik dan paling sejahtera. Sebersit niat pikiran ingin menyembah Buddha, dapat mengubah kondisi, dari yang buruk ke kondisi yang sejahtera. Maka itu tidak perlu membedakan hari baik atau hari buruk, menyembah Buddha adalah hari baik.


Dikutip dari Ceramah Master Dao-zheng :
Kelompok Gangster Berubah Menjadi Pesamuan Kolam Teratai