Jumat, 20 Desember 2013

Teratai Murni Menebarkan Harum Semerbak 01



Sesungguhnya banyak  jenis penyakit kanker yang dapat disembuhkan, banyak pasien yang dapat sembuh dan sehat kembali, bekerja kembali dan bersumbangsih pada masyarakat. Contohnya dokter Chen Mingxian dan dokter Li Feng, mereka berdua adalah Bodhisattva yang penuh kemuliaan.

Walaupun banyak pasien yang telah berhasil disembuhkan, tetapi tidak dapat menghapus bayangan gelap di hati, menyingkirkan perasaan tersiksa---seperti pada kejadian yang dialami seorang pasien kanker leher rahim, dia berhasil sembuh dan hidup lebih lama 14 tahun, tetapi dia malah mengatakan padaku : “Selama 14 tahun ini, saya setiap hari begitu cemas, hari demi hari saya lewati dalam penderitaan”.   

Sehingga saya merasa bahwa walaupun tumor dapat dioperasi, dapat menggunakan penyinaran, kemoterapi, pengobatan tradisional, sehingga berhasil menyembuhkannya, tetapi andaikata tidak memiliki keyakinan pada Ajaran Buddha, maka di hatinya akan senantiasa merasa risau, takut jika tidak berhasil dioperasi, tidak berhasil disembuhkan.  

Buddha membabarkan pada kita tentang Hukum Karma mencakup tiga masa kehidupan, penderitaan yang kita alami sekarang ini, adalah berasal dari kelahiran lampau, bahkan benih penderitaan yang kita tanam pada masa kelahiran lampau, yang paling parah adalah berasal dari keserakahan, amarah dan kebodohan, sehingga melakukan berbagai tindakan yang buruk.

Setiap manusia tidak ada yang tidak serakah, tidak ada yang tidak pernah emosi, karena telah menanam benih berduri di ladang hati kita, ketika jalinan jodoh ini masak, maka saat berjalan takkan luput dari terluka oleh tusukan duri. Andaikata ketika terluka akibat tusukan duri ditambah lagi mengeluh atau menyalahkan orang lain dan marah, maka ini sama dengan menanam duri lagi, maka kelak di kemudian hari akan ada jalanan yang tak habis dari tusukan duri, takkan ada habis-habisnya linangan darah dan airmata.

Buddha mengajarkan kita yang telah pernah menginjak jalanan berduri, untuk tidak lagi menaburkan duri, seharusnya beralih menanami bunga teratai, semasa hidup mengalihkan kerisauan menjadi cahaya tanpa batas Buddha Amitabha, melafal sepatah Amituofo, begitu pikiran dialihkan, maka bermekarlah setangkai teratai, selanjutnya di dalam taman dengan sendirinya akan ada kuntum-kuntum teratai yang bermekaran. Saat melafal Amituofo, bukan hanya dalam seketika hidup dalam suasana sukacita, ketika kehidupan akan berpisah, Buddha Amitabha akan datang menjemput, menuju ke Alam Sukhavati yang penuh dengan kebahagiaan dan suci.   

Kutipan Ceramah Master Dao Zheng
Judul:Teratai Murni Menebarkan Harum Semerbak


其實,許多腫瘤,早期發現再做治療,都可以治療好的,很多人都能恢復健康,在工作崗位上,服務人群。譬如長庚醫院的陳明憲醫師、台大醫院的李豐醫師,他們都是很偉大的菩薩。然而很多人雖然早期治療好了,卻抹不掉心中的陰影,擺不掉痛苦的感覺曾有一位子宮頸癌的病人,她已經治好又活了十四年了,可是她告訴我:「十四年來,我每天都擔心,每天都過著痛苦的日子。」令末學感覺到腫瘤雖然可以開刀,可以用放射線或化學治療、中醫藥治療,把他治好,可是假如沒有佛法,則內心的煩惱、害怕卻割不掉,治不好。佛告訴我們三世因果,現在所受的苦,是來自以前,甚至前世所種的苦種子,最嚴重的是來自於貪欲、生氣、愚癡,而做出種種不好的行為。我們沒有一個人不曾貪心、不曾生氣,既然曾經在心田中種下這樣有刺的種子,在因緣成熟的時候,走路就不可能不被割傷,假如在割傷的時候又埋怨、憤怒,等於又種荊棘,未來就有走不完的荊棘路,流不完的血淚。

佛教我們走過荊棘路,不要再撒播荊棘,應該改種蓮花,在生前,轉煩惱為阿彌陀佛的無量光明,念一聲阿彌陀佛,一轉念,就開一朵蓮花,以後園裏,自有蓮花朵朵開放。念佛時,不但當下就活在歡喜中,未來生命結束的時候,阿彌陀佛就會接引我們,到那極為快樂清淨的極樂世界。