Jumat, 24 Mei 2013

Teratai Mustika Yang Cacat 06



Sebuah nilai tidak ada yang mutlak; berubah menurut kemelekatan seseorang; kemelekatan pada cinta menyebabkan anda menderita.

Sebuah “nilai”tidak ada standarnya,  menuruti kemelekatan manusia dan menjadi sebuah ketetapan. Contohnya, bagi seorang murid sekolah dasar, game merupakan sesuatu yang amat bernilai, namun bagi saya itu tidak perlu. Maka itu bagi seorang anak yang kehilangan mainan game nya, maka dia akan amat bersedih; namun bagi saya yang tidak menyukai benda ini, bila kehilangan malah senang karena ruang jadi lebih lapang. Karena itu bukan karena kehilangan maka orang menjadi sedih, namun karena barang yang anda sukai sehingga jadi “kemelekatan” yang menjadikan anda bersedih hati. Andaikata anda memiliki mantel bulu yang amat berharga, mungkin anda merasa bangga waktu memakainya, dan jika kehilangan anda akan bersedih sampai tidak berselera makan dan tidak tidur; namun bagi saya, mantel bulu tersebut penuh dengan kekejian serta darah dan airmata, saya takkan sudi mengenakannya. Maka itu sebuah nilai tidak memiliki kemutlakan, sama halnya dengan pandangan manusia, juga akan senantiasa berubah.

Menganggap Bernilai Maka Tidak Bisa Ikhlas Dan Rela.

Kita selalu berkata : “Ikhlas dan Rela”. Bila anda merasa sebuah benda atau sebuah kejadian memiliki nilai, maka anda tidak mungkin bisa mengikhlaskan dan merelakan. Maka itu kita harus memahami bahwa sesuatu itu sesungguhnya tidak memiliki nilai sama sekali, barulah dapat mengikhlaskan dan merelakan.


Dikutip dari ceramah Master Dao-zheng :  “Teratai Mustika Yang Cacat”.