Jumat, 20 Desember 2013

Teratai Murni Menebarkan Harum Semerbak 04



Ada sebagian orang yang menganggap bahwa melafal Amituofo adalah diperuntukkan bagi orang yang akan mati, maka itu merasa takut, ketakutan hingga tidak berani melafal Amituofo, sesungguhnya Amituofo berarti cahaya dan usia tanpa batas. Melafal Amituofo dapat melenyapkan malapetaka dan memperpanjang usia, setelah ajal tiba dapat terlahir ke Alam Sukhavati. Sekarang marilah kita melihat kisah dari dua praktisi senior berikut ini, bagaimana cara mereka menyebarkan Dharma lewat tindakan nyata.  

Yang pertama adalah Master Guang Qin yang telah berusia 95 tahun, beliau adalah seorang Bhiksu senior yang telah mencapai samadhi pelafalan nama Buddha, dalam kurun waktu hampir enam tahun beliau tidak pernah tidur dalam posisi berbaring, hanya dengan duduk bermeditasi. Saya pernah mengunjungi dan meminta bimbingan beliau dengan seorang rekanku yang bernama dokter Wu, bagaimana cara bermeditasi agar bisa membuka titik akupuntur Qimai?

Dengan tegas Master Guang Qing menjawab : “ Hanya dengan melafal Amituofo, sampai mencapai pikiran terfokus tak tergoyahkan, maka dengan sendirinya seluruh titik akupuntur Qimai dapat terbuka”.  Dalam keseharian Master Guang Qing selalu menasehati orang : “Melafal Amituofo!” “Jangan makan daging!”

Kenyataannya Master Guang Qin memiliki kemampuan gaib, banyak orang yang telah mengalaminya, tetapi kekuatan gaib bukanlah tujuan dari Ajaran Buddha, kekuatan gaib hanyalah hasil sampingan, walaupun memiliki kekuatan gaib juga tidak menjamin dapat membebaskan diri dari tumimbal lahir.

Saat menjelang ajal, Master Guang Qin masih tetap bermeditasi dan melafal Amituofo, beliau melafal “Namo Amituofo! Namo Amituofo!” Setiap nama Buddha dilafalnya dengan seluruh hidupnya, dengan menggunakan seluruh sisa kekuatannya untuk melafal nama Buddha, pada detik terakhir beliau mengucapkan sepatah kalimat : “Tidak datang dan tidak pergi, tidak ada urusan”. Berbeda dengan orang awam yang selalu “sibuk datang dan pergi, semuanya adalah urusan”. Di dalam suara lafalan Amituofo, Master masih tetap duduk bersila, dengan begitu beliau terlahir ke Alam Sukhavati, betapa damai dan bebasnya.

Semua insan begitu menghormatinya, ketika jasad beliau hendak dikremasi, sampai-sampai umat berebutan masuk ke dalam ruang tungku perapian, untuk merasakan kehangatan praktisi senior ini. Baik pria wanita, tua dan muda, berbondong=bondong menuju ke atas gunung.  Suara lafalan Amituofo bercampur dengan suara tangisan dan suara guntur,  betapa sukar dijumpai seorang praktisi yang dapat begitu menggugah orang banyak.

Ada seorang umat yang terlambat datang menghadiri upacara kremasi, sampai di tempat dia berlutut di hadapan abu kremasi, melakukan penghormatan, memohon pada Master Guang Qin, akhirnya di dalam tumpukan abu kremasi, dia memperoleh sarira, ini sungguh merupakan “Buddha Dharma dipelajari dari hati yang penuh penghormatan, dengan adanya satu bagian rasa hormat, maka akan memperoleh satu bagian manfaat”.

Kutipan Ceramah Master Dao Zheng
Judul: Teratai Murni Menebarkan Harum Semerbak


有些人以為念阿彌陀佛,是人「要死了」才念,所以很害怕,嚇得都不敢念佛,其實阿彌陀佛,無量光壽。念佛正可消災延壽,壽盡又可生極樂。現在讓我們來看看二位當代的大德,如何現身說法。這是九十五歲的上廣下欽老和尚,他是一位證得念佛三昧的老和尚,幾乎有六十年的時間,都是不倒單(不倒單就是不躺下來睡覺,都是打坐用功),末學曾經和一位吳醫師去拜見他,吳醫師請教老和尚,要如何打坐才能打通氣脈?老和尚就斬釘截鐵地說:「只要念佛,念到一心不亂,自然全身的氣脈都能打通」。老和尚平日最常勸人:「念佛!」「不要吃肉!」事實上,老和尚有相當的神通功夫,很多人都親身體驗到,但是神通並不是佛教所追求的,神通只是修行的副產品,有神通也不見得能夠了生死。

老和尚往生的時候,也還是一直打坐念佛,他念「南無阿彌陀佛!南無阿彌陀佛」!念每一句佛號,每一個字,都是傾出整個生命,用全部的力氣來念,他最後留下一句很瀟灑的話「無來無去,無事情」。

我們凡夫卻都「來來去去,全是事情」,在念佛聲中,他還是盤著腿坐著,就往生到西方極樂世界,這是何等的安詳、自在。

大家愛戴尊敬他,到火化的時候,連火化老和尚遺體的火化爐,大家都爭著進去,感受這一代大德的溫暖,男女老少,幾萬人到山上去為他念佛,哭聲、念佛聲震天,難得有一個人能夠如此感動大眾。有一個人來參加他的火化典禮來遲了,就跪在火化爐灰上,頂禮、祈求老和尚,結果在火化爐灰裏,撿到舍利子,正是「佛法從恭敬中求,有一分恭敬,就有一分利益。」